Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Tuesday, November 9, 2010

Hikmah Idul Adha

Bookmark and Share
Baru saja kelar Idul Fitri sekitar sebulan yang lalu, setengah bulan kedepan lagi kita akan menyambut Idul Adha. Tepatnya tanggal 17 November 2010 / 1431 H. Hari raya Besar ini lazim ditandai dengan adanya penyembelihan hewan kurban,

Perayaan Idul Adha yang ditandai dengan penyembelihan hewan qurban pada hakikatnya membawa pikiran, hati dan keimanan kita larut kepada satu peristiwa besar yang terjadi puluhan abad yang silam. Kisah yang begitu mengharukan dari seorang hamba Allah yang taat yaitu Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail yang begitu sabar dan patuh pada perintah Sang Khalik, Allah SWT, yang untaian kisahnya begitu indah dilukiskan dalam Al Quran surah Ash-Shafat ayat 102-105 yang artinya 'Maka ketika anak itu sampai pada umur dewasa yakni sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, 'Wahai anakku yang kusayang, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah, bagaimana pendapatmu. 'Dia (Isma'il) menjawab,'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatkanku termasuk orang yang bersabar. 'Maka setelah keduanya bertekad bulat dalam berserah diri (kepada Allah) dan dibaringkan pipi (Isma'il) di atas tanah. Kemudian kami berseru kepadanya, 'Hai Ibrahim, engkau telah benar-benar melaksakan perintahKu dalam mimpi itu. Demikianlah sesungguhnya Kami membalas orang-orang yang berlaku baik. '

Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Isma'il AS digambarkan Allah SWT sebagai ujian keimanan yang nyata sebagai mana Firman-Nya dalam surah Ash-Shafat ayat 106 yang artinya, 'Sesungguhnya ini merupakan uji coba yang nyata.'Dan dalam lanjutan kisah penyembelihan ini Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang menggantikan Nabi Ismail dengan sembelihan dari syurga yakni seekor kibas yang besar yang dahulu dikorbankan oleh Habil, putra Nabi Adam AS sebagaimana Firman Allah dalam surah Ash-Shafat 107 yang artinya,'Kami tebus anaknya itu dengan sembelihan besar (seekor domba/kibas).'

Ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjunjung tinggi perintah Allah dan keikhlasan serta kesabaran Nabi Ismail mengundang kekaguman para malaikat yang menyerukan kalimat Takbir, 'Allahu Akbar Allahu Akbar', yang disambut Nabi Ibrahim dengan kalimat Tahlil, Laailaha Illallahu Allahu Akbar, yang diikuti pula oleh Nabi Ismail dengan ucapan Tahmid, 'Allahu Akbar WalillahIlhamd 'yang hingga saat ini, rangkaian kalimat yang mulia ini menghiasi ratusan juta bibir umat Islam saat merayakan Idul Adha. Rangkaian kisah keluarga taat yang Allah Abadikan dalam Al Quran nul karim tentunya mengandung banyak hikmah dan pelayaran yang sangat berharga bagi seluruh ummat manusia. Ibnu Katsir, salah seorang ulama Tafsir terkemuka menyatakan apabila Allah SWT mengabadikan satu kisah dalam Al Quran, maka sesungguhnya kisah ini amat bernilai tinggi dan berisikan pelajaran yang sangat berharga bagi manusia.

Adapun beberapa hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa Idul Qurban antara lain adalah:

Yang pertama, hanya kepada Allah SWT segenap cinta kita curahkan karena Rahmat dan Nikmat-Nya kita terima setiap waktu dan saat yang tiada terhitung banyaknya sekalipun kita gunakan air laut sebagai tintanya dan seluruh rantai pepohonan sebagai penanya; Maka niscaya akan keringlah seluruh lautan dan habislah semua pepohonan sementara nikmat Allah masih banyak yang belum kita tuliskan. Cinta kepada Allah akan berimplikasi pada keikhlasan dan kepatuhan kita dalam menjunjung tinggi perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Yang Kedua, Hanya kepada Allah kita persembahkan segala puji sekali pun pada kenyataannya banyak manusia yang suka dipuji bahkan tidak jarang minta dipuji; karena kepada hakekatnya hanya Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi. Bukankah kita senantiasa melafazkan ayat Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin Yang artinya segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh sekalian alam?

Yang ketiga, hanya kepada Allah SWT kita berserah diri amal ibadah yang kita dirikan siang dan malam, Dzikir yang kita lafadzkan pagi dan petang yang didasari dengan niat ikhlas tanpa mengharapkan pujian dari makhlukNya, pada akhirnya akan kita persembahkan kepada Allah sebagai wujud pengabdian hamba kepada Rab-Nya. Bukankah setiap hari kita berikrar dalam doa Iftitah pada shalat yang kita dirikan bahwa 'Sesungguhnya shalatku dan semua ibadahku, dan hidupku dan matiku hanyalah buat Allah Tuhan Seluruh sekalian alam.'Karenanya perayaan Idul Adha sudah kita jadikan momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT menjunjung tinggi segala perintahnya, menjauhi semua larangan-Nya, senantiasa berserah diri pada-Nya dan mengharap ampunan serta Ridha-Nya

Dekatilah DIA, maka Kau akan Selamat!!!

Bookmark and Share
Gunung meletus, tsunami, banjir, gempa bumi, angin kencang, kebakaran,,,lalu apa lagi???
siapkah kita menghadapi itu semua?
siapkah kita untuk menghadap Alloh?

Saudaraku sekalian...
Semakin lama zaman akan semakin mengkhawatirkan, bencana alam banyak terjadi di sekitar kita, kejahatan semakin merajalela.

Kami mengajak kepada saudara sekalian untuk lebih taqorrub ilalloh,
perbanyak ibadah, berdzikir, menolong sesama, berdo'a pada-Nya, karena tiada yang lebih berkuasa selain Dia.

Mari ajak saudara- saudara di sekitar kita untuk lebih ingat bahwa "tahun berikutnya akan lebih buruk dari tahun sebelumnya".

Semoga kita semua bisa bersama- sama masuk ke surga selamat dari neraka. Amin...

Thursday, August 12, 2010

Pakaian Ngatung Diatas Mata Kaki

Bookmark and Share

Suatu ketika saya ditanya oleh seorang teman, hai teman ku, saya selalu memperhatikan cara kamu berpakaian, dimana kamu berpakaian selalu rapi namun sayangnya kenapa celana kamu tetap diatas mata kaki, sehingga kelihatanya kekurangan bahan.

Pada saat itu, saya menjawab pertanyaan teman saya tersebut, saya melakukan ini semata-mata karena saya melakukan ibadah, dimana ibadah itu harus punya dalil rujukannya, pada saat itu saya ucapakan dalinya secara lisan, kemudian keesokan harinya saya bawakan kutiban dalil-dalil tentang bab pakaian baik dari Al-Qur'an maupun dari Hadist nya seperti dibawah ini.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ * سورة الأعراف أية ١٣


Allah berfirman “Wahai Anak turun Adam, mengambilah pada perhiasan kamu sekalian di setiap masjid (berpakaianlah yang rapi dan suci), serta makan, minumlah dan jangan Isrof (berlebih-lebihan), sesungguhnya Allah tidak senang pada orang yang Isrof (berlebih-lebihan)”.


وَقَالَ النَّبِيُّ J كُلُوا وَاشْرَبُوا وَالْبَسُوا وَتَصَدَّقُوا فِي غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيلَةٍ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُلْ مَا شِئْتَ وَالْبَسْ مَا شِئْتَ مَا أَخْطَأَتْكَ اثْنَتَانِ سَرَفٌ أَوْ مَخِيلَةٌ * رواه البخاري كتاب اللباس


Nabi bersabda “Makan dan minum serta berpakaianlah, dan bersodaqohlah dengan tidak isrof (berlebih-lebihan) serta tidak sombong…..Ibnu Abbas berkata - makanlah apa-apa yang engkau kehendaki, dan berpakaianlah apa-apa yang engkau kehendaki selama tidak menyalahi kepada mu dua perkara yaitu berlebih-lebihan dan sombong”.


عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ عَنِ الْإِزَارِ فَقَال عَلَى الْخَبِيرِ سَقَطْتَ قَالَ رَسُولُ اللَّهJ إِزْرَةُ الْمُسْلِمِ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ وَلَا حَرَجَ أَوْ لَا جُنَاحَ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ * رواه أبو داود كتاب اللباس


Rosululloh SAW bersabda “Pakaian orang Islam sampai separuh betis, dan tidak dosa diantara separuh betis dan di atas kedua mata kaki, apa-apa yang lebih dari kedua mata kaki (berupa pakaian) maka hukumnya wajib masuk neraka, dan barang siapa yang memanjangkan pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan melihat kepadanya”.


وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الْإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ ......الحديث* رواه أبو داود كتاب اللباس


Rosululloh SAW bersabda “Angkatlah pakaianmu sampai separuh betis, jika engkau menolak (malu) maka boleh di turunkan sampai diatas kedua mata kaki, dan takutlah engkau pada menurunkan (ngelembrehkan/memanjangkan) pakaian, karena pakaian di bawah kedua mata kaki termasuk orang yang sombong, dan sesungguhnya Allah tidak senang pada orang yang sombong.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يُصَلِّي مُسْبِلًا إِزَارَهُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اذْهَبْ فَتَوَضَّأْ فَذَهَبَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ اذْهَبْ فَتَوَضَّأْ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَكَ أَمَرْتَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ ثُمَّ سَكَتَّ عَنْهُ قَالَ إِنَّهُ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ مُسْبِلٌ إِزَارَهُ وَإِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ صَلَاةَ رَجُلٍ مُسْبِلٍ * رواه أبو داود كتاب اللباس


Di riwayatkan dari Abi Huroiroh ….Suatu saat ada seorang laki-laki yang sedang sholat yang saat itu dia ngelembrehkan (memanjangkan) pakaiannya , lalu Rosululloh SAW bersabda kepada laki-laki tersebut “pergi dan berwudhu-lah engkau” akhirnya laki-laki itu pergi dan berwudhu, kemudian dia datang kepada Nabi, lalu Nabi bersabda “pergi dan berwudhu-lah engkau”, kemudian ada orang lain yang berkata kepada Nabi setelah melihat kejadian itu “Ya Rosululloh kenapa engkau perintahkan kepada laki-laki itu untuk mengerjakan wudhu tapi setelah itu engkau diam tidak menerangkan kesalahan laki-laki tersebut ?” kemudian Nabi menjawab “sesungguhnya laki-laki itu sholat tapi dia memanjangkan (ngelembrehkan) pakaiannya, dan sesungguhnya Allah tidak akan menerima sholat seorang laki-laki yang memanjangkan (ngelembrehkan) pakaiannya”.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ J أَنَّهُ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قُلْتُ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ خَابُوا وَخَسِرُوا فَأَعَادَهَا ثَلَاثًا قُلْتُ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ خَابُوا وَخَسِرُوا فَقَالَ الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ أَوِ الْفَاجِرِ * رواه أبو داود كتاب اللباس


Di riwayatkan dari Abi Dhar…. Rosululloh SAW bersabda “Ada tiga orang yang mana Allah tidak akan mengajak bicara dan tidak akan melihat pada mereka pada hari kiamat dan juga Allah tidak akan mensucikan pada mereka dan bahkan mereka mendapatkan siksaan yang pedih, Abi Dar berkata - sungguh rugi mereka dan sungguh-sungguh rugi mereka (Abi Dar mengatakan sampai tiga kali) Nabi menjawab - Orang yang memanjangkan (ngelembrehkan) pakaian, Orang yang mengungkit-ungkit pemberian dan Orang yang menawarkan dagangan dengan sumpah dusta atau lacut”.


عَنْ أَبِيهِ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ J قَالَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو بَكْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ إِزَارِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ النَّبِيُّ J لَسْتَ مِمَّنْ يَصْنَعُهُ خُيَلَاءَ * رواه البخاري كتاب اللباس


Di riwayatkan dari Abih …. Rosululloh SAW bersabda “Barang siapa yang mengelembrehkan (memanjangkan) pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak akan melihat kepadanya pada hari kiamat”, Abu Bakar berkata….ya Rosululloh sesungguhnya salah satu kedua pakaianku nglembreh (turun) tapi setiap turun selalu langsung ku naikkan, Nabi bersabda : “ Wahai Abu Bakar engkau tidak termasuk orang yang sombong”.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ J قَالَ مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ * رواه البخاري احاديث الانبياء


Rosululloh SAW bersabda “Apa-apa yang melebihi dari mata kaki (pakaian) maka hukumnya wajib masuk neraka”.


أَنَّ ابْنَ عُمَرَ حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ J قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَجُرُّ إِزَارَهُ مِنَ الْخُيَلَاءِ خُسِفَ بِهِ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِي الْأَرْضِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ * رواه البخاري احاديث الانبياء


Di riwayatkan dari Ibnu Umar …. Rosululloh SAW Bersabda : Suatu saat ada seorang laki-laki yang memanjangkan (ngelembrehkan) pakaiannya karena sombong, maka laki-laki tersebut di siksa dengan cara dibenamkan ke bumi oleh Allah, dan laki-laki tersebut meronta-ronta di dalam bumi sampai hari kiamat”.


عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ J قَالَ حُرِّمَ لِبَاسُ الْحَرِيرِ وَالذَّهَبِ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي وَأُحِلَّ لِإِنَاثِهِمْ * رواه الترمذي كتاب اللباس


Di riwayatkan dari Abi Musa Al-As’ari …. Rosululloh SAW bersabda “Diharomkan pakaian sutra dan emas untuk laki-laki umat Ku dan di halalkan pakaian sutra dan emas untuk perempuan umat Ku”.


Dari saat itu teman saya tidak pernah menanyakan tentang cara berpakaian saya. Kenapa harus saya melaksanakan ayat dan hadist tersebut ? Hanya satu yang saya pegang yaitu “Surga itu diwariskan oleh Allah pada orang yang mengamalkan”.


Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Saturday, August 7, 2010

Hukum Pernikahan dalam Islam

Bookmark and Share
Menikah hukumnya memang bukan wajib seperti wajibnya sholat atau kewajiban ibadah lainnya. Namun menikah sungguh bermanfaat banyak. Selain berpahala besar, menenangkan hati, mendapatkan keturunan dan kebaikan-kebaikan lainya, menikah juga dapat mencegah berbagai pelanggaran antar jenis yang bukan mahromnya.

Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi kaum remaja untuk memeriahkan dunia dengan nikah.

1. Sebagai pelaksanaan dari ketentuan Alloh dan Sunnah Rosul untuk saling bisa menetapi hak dan kewajiban.

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا ٭النساء ٣

Menikahlah kalian apa yang baik untuk kalian dari perempuan dua, tiga atau empat. Jika kalian kawatir untuk tidak bias adil maka cukuplah satu atau apa yang di miliki tangan kananmua (budak). Demikian itu lebih mudah untuk berbuat adil (QS An Nisa’ ayat 3)

النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي وَتَزَوَّجُوا فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ اْلأُمَمَ وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ * رواه ابن ماجة

Menikah itu sunnahku, barang siapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka bukan golonganku, dan menikahlah kalian sesungguhnya aku adalah orang yang memperbanyak umat, barang siapa yang punya kemampuan maka menikahlah dan barang siapa yang tidak punya kemampuan maka berpuasalah sesungguhnya puasa sebagai perisai (benteng penjagaan) ( HR Ibnu Majah )
2. Melengkapi / menyempurnakan agamanya

إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ عَجَّ شَيْطَانُهُ يَقُوْلُ يَا وَيْلَهُ عَصَمَ ابْنُ آدَمَ مِنىِّ ثُلُثَىْ دِيْنِهِ * (أبو يعلى و الديلمى

Ketika salah satu dari kalian menikah maka syetannya akan berteriak dan berkata : Celaka… anak Adam telah menjaga 2/3 agamanya. ( HR Abu Ya’la dan Ad dailamy )

3. Menjaga Kehormatan Diri

يَامَعْشَرََ الشَّبَابَ، مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أََغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ * رواه البخارى

“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HR. Bukhari).

Didalam hadist lain disebutkan bahwa sehina atau serendah-rendahnya janaiz (mayat) adalah mati dalam keadaan membujang. Maka yang belum menikah segeralah menikah jika umur dan kesiapan lainnya sudah terpenuhi.

Tentang Valentine

Bookmark and Share
Pada tgl 14 Februari di seluruh dunia akan merayakan hari kasih sayang, Untuk para sedulur "orang Iman" akan tidak perlulah seperti itu lebih indah di ganti dengan acara yang lebih bermanfaat. karena kurang pantas kita mengikuti cara mereka. Alloh sendiri sudah memperingatkan "Dan janganlah kamu menuruti kebanyakan orang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan diri dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah menuruti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah pendusta (terhadap Allah) ( Al An’aam : 116)

Valentine’s day itu nama acaranya adalah kegiatan para pemuda dan pemudi berkumpul dalam sebuah acara. Mereka berdansa berpasang-pasangan semalam suntuk dan berlanjut menjadi hubungan cinta. Itu bukan prilaku kita sebagai "orang Iman". Firman Allah, surat Al Isra : 36. “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu punyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan dimintai pertanggung jawabnya.”

Perayaan Valentine’s digembar-gemborkan ini, seolah menjadi luar biasa kadang sampe mengalahkan prinsip ajaran islam. Karena kehidupan kita tidak boleh lepas dari Islam sedikitpun. Seperti firman Allah dalam surat Al baqarah : 208. "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

Valentine dilaksanakan bukan berdasarkan ajaran Islam, tetapi perayaan yang hanya terkaan fikiran manusia yang rendah. Setiap perbuatan perayaan atau ibadah walau bagaimana baik dan bagusnya menurut pendapat manusia, tetapi tidak berlandaskan ajaran Islam maka ia ditolak Dalam QS. An Nuur : 39 “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana ditanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitunganNya”.

Sebetulnya Valentine mempunyai tujuan baik menciptakan rasa kasih sayang diseluruh persada bumi, tapi mengapa hanya slogan demikian umat Islam kemudian berkiblat pada Valentine. Bukankah dengan bersikap demikian berarti menghina ajaran Islam, seakan-akan Islam tidak mengajarkan rasa kasih sayang dikalangan umatnya dan sebaliknya meninggalkan ajaran lain. Beruntung kita yang mempunyai Slogan Rukun dan Kompak. Rasullullah menegakkan ajaran agama Islam dengan prinsip-prinsip persaudaraan dan cinta : “Tidak dikatakan beriman salah seorang diantara kamu jika tidak mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”.

Atau firman Allah, Ali Imran : 159 “Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu bersikap lemah lembut. Sekiranya kamu bersikap lagi berhati kafir tentulah mereka akan menjauhi dari sekelilingmu.” dan lebih tegas lagi, Al Fath: 29 “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang kafir tetapi sayang sesama mereka…”

Maka beruntunglah kita yang selalu di ingatkan setiap saat, masihkan ada keraguan? Karena biasanya peristiwa besar bermula dari hal-hal kecil permulaannya memandang, lalu tersenyum, kemudian menyapa, lalu mengobrol, lantas janjian, kemudian berkencan, dan akhirnya berzina ...itulah kira-kira hasil kalo kita menghadiri perayaan Valentine

7 Keajaiban Dunia (Lebih Ajaib Lagi)

Bookmark and Share
Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir adalah 7 keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Bahkan lebih-lebih-lebih dan lebih ajaib lagi. Loh, memangnya apa aja tuh? Selamat membaca!


1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82, “Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

2. Pohon Kurma yang Menangis
Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah SAW berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallamturun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” [HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)] Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al- Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

3. Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam? Hmmm… Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya, Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallambersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

4. Pengaduan Seekor Onta
Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah SAW mengungkapkan perasaannya. Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -SAW- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

5. Kesaksian Kambing Panggang
Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah SAW pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi SAW mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah - Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]

6.Batu yang Berbicara
Setelah kita mengetahui adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)] Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]

7.Semut Memberi Komando
Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an, “Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.